Profil Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Paru Di Instalasi Farmasi Rawat Jalan BPJS Rumah Sakit “X” Jakarta Pusat Periode Januari-Desember 2022

Penulis

  • Anna Uswatun Hasanah Rochjana Institut Kesehatan Hermina
  • Safirah Adlina Laeman Institut Kesehatan Hermina

DOI:

https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i4.950

Kata Kunci:

Jenis penggunaan, Obat anti tuberkulosis, Tuberkulosis

Abstrak

Tuberkulosis merupakan penyakit yang menjadi perhatian global dan menjadi masalah serius di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang rentan terjadi pada usia produktif karena tingginya mobilitas. Pemberian pengobatan secara lengkap dan sesuai dengan pedoman sangat diperlukan guna mengurangi angka kematian akibat tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita tuberkulosis paru, jenis dan pola penggunaan, serta lama penggunaan obat anti tuberkulosis (OAT) yang diberikan pada penderita tuberkulosis paru jaminan BPJS di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit “X” Jakarta Pusat. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil dari penelitian ini adalah karakteristik penderita tuberkulosis paru pada usia produktif terbanyak yaitu usia dewasa 26 – 45 tahun berjumlah 48 penderita (47%) dan jenis kelamin laki – laki sejumlah 62 penderita (60%). Jenis penggunaan OAT yang digunakan pada penderita tuberkulosis paru adalah OAT KDT kategori I sebanyak 77 penderita (75%) dan OAT KDT pergantian menjadi OAT Lepasan (Kombipak) sebanyak 26 penderita (25%). Pola penggunaan OAT KDT yang digunakan adalah fase intensif 4KDT dan fase lanjutan 2KDT, sementara pola penggunaan OAT Lepasan (Kombipak) adalah R/H, R/H/E, dan R/H/Z/E. Lama penggunaan OAT pada penderita tuberkulosis paru terbanyak adalah masa pengobatan > 6 bulan yaitu sebanyak 50 penderita (48%) karena mengalami komplikasi.

Referensi

Abbas, A. (2017). Monitoring Efek Samping Obat Anti-Tuberkulosis (OAT) Pada Pengobatan Tahap Intensif Penderita TB Paru Di Kota Makassar. Journal of Agromedicine and Medical Sciences, 3(1), 20–24.

Azizov, V., Dietel, K., Steffen, F., Dürholz, K., Meidenbauer, J., Lucas, S., Frech, M., Omata, Y., Tajik, N., Knipfer, L., Kolenbrander, A., Seubert, S., Lapuente, D., Sokolova, M. V., Hofmann, J., Tenbusch, M., Ramming, A., Steffen, U., Nimmerjahn, F., … Zaiss, M. M. (2020). Ethanol consumption inhibits TFH cell responses and the development of autoimmune arthritis. Nature Communications, 11(1).

Dewi, H., & Fairuz, F. (2020). Karakteristik Pasien Efusi Pleura Di Kota Jambi. JAMBI MEDICAL JOURNAL “Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan,” 8(1), 54–59.

Dinkes DKI. (2022). Profil Kesehatan DKI Jakarta 2021 Dan Lampiran.

Kemenkes RI. (2021). Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Tuberkulosis di Indonesia Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).

Kemenkes RI. (2021). Surat Edaran Nomor HK.02.02/III.1/936/2021 Tentang Perubahan Alur Diagnosis dan Pengobatan Tuberkulosis di Indonesia. In KEMENKES RI SURAT EDARAN NOMOR HK 02.02/III.1/936/2021 Perubahan Alur Diagnosis dan Pengobatan Tuberkulosis di Indonesia (pp. 3–5).

Kurniaji, I., Rudiyanto, W., & Windarti, I. (2023). Anemia pada Pasien Tuberkulosis. Medical Profession Journal of Lampung, 13(1), 42–46.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2016 Tentang Penanggulangan Tuberkulosis.

Nabilah, E. A., Yani Triyani, & Siti Annisa Devi Trusda. (2022). Gambaran Usia dan Jenis Kelamin Pasien Tuberkulosis Rifampisin Sensitif Berdasar Atas Tes Cepat Molekuler di RS Al-Islam Kota Bandung Tahun 2018−2019. Bandung Conference Series: Medical Science, 2(1), 89–95.

Novita, E., Ismah, Z., & Pariyana. (2018). Pengaruh pemberian tablet Fe terhadap peningkatan kadar hemoglobin pasien TB di Kecamatan Seberang Ulu I Kota Palembang. Sriwijaya Journal of Medicine, 1(2), 95–100.

Prakoeswa, F. R. (2020). Peranan Sel Limfosit Dalam Imunulogi: Artikel Review. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 2(4), 525–537.

Pralambang, S. D., & Setiawan, S. (2021). Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis di Indonesia. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, Dan Informatika Kesehatan, 2(1), 60.

Santoso, R., & Susilawati, E. (2021). Analisa Pola Penggunaan Dan Kepatuhan Obat Tuberkulosis Di Salah Satu Rumah Sakit Swasta Di Kota Bandung. Ikra-Ith Teknologi, 5(754), 58–71.

Saraswati, F., Murfat, Kz., Rasfayanah, Wiriansya, E. P., Akib, M. N. ., Rusman, & Latief, R. (2022). Karakteristik Penderita Tuberkulosis Paru Yang Relaps Di RS Ibnu Sina Makassar. Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 2(5), 359–367.

Sari, I. D., Yuniar, Y., & Syaripuddin, M. (2014). Studi Monitoring Efek Samping Obat Antituberkulosis FDC Kategori 1 Di Provinsi Banten Dan Provinsi Jawa Barat. Media Litbangkes, 24(1), 28–35.

Simbolon, D. R., Mutiara, E., & Lubis, R. (2019). Analisis spasial dan faktor risiko tuberkulosis paru di Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi - Sumatera Utara tahun 2018. Berita Kedokteran Masyarakat, 35(2), 65.

Syapitri, H., Amila, & Aritonang, J. (2021). Metodologi Penelitian Kesehatan. In Ahlimedia Press.

Tiffany, C., Hasmono, D., & Sunarko, A. (2019). Profil Terapi dan Efek Samping Anti Tuberkulosis pada Pasien AIDS Rawat Inap. MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana), 2(4), 225–235.

Wahyuning, S. (2021). Dasar-dasar statistik. Yayasan Prima Agus Teknik.

World Health Organization 2020. (2020). Global Tuberculosis Report 2020.

Wulandari, Agustina Ayu; Nurjazuli; Adi, M. S. (2015). Faktor Risiko dan Potensi Penularan Tuberkulosis Paru di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kesehatan Lingkungan Indonesia, 14(534), 382–386.

Unduhan

Diterbitkan

30-06-2024

Cara Mengutip

Rochjana, A. U. H., & Laeman, S. A. (2024). Profil Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Paru Di Instalasi Farmasi Rawat Jalan BPJS Rumah Sakit “X” Jakarta Pusat Periode Januari-Desember 2022. Indonesian Journal of Health Science, 4(4), 398–405. https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i4.950

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 > >>