Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Lilin Aromaterapi Kombinasi Minyak Peppermint (Mentha Piperita L.) Dan Minyak Jeruk Nipis (Citrus Aurantiifolia Swingle.)
DOI:
https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i4.952Kata Kunci:
Lilin aromaterapi, Minyak atsiri, Minyak jeruk nipis (Citrus aurantiifolia Swingle.), Minyak peppermint (Mentha piperita L.)Abstrak
Lilin aromaterapi kombinasi minyak peppermint (Mentha piperita L.) dan minyak jeruk nipis (Citrus aurantiifolia Swingle.) diharapkan memberikan efek menyegarkan dan efek relaksan kepada penggunannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah formula dengan kombinasi minyak peppermint (Mentha piperita L.) dan minyak jeruk nipis (Citrus aurantiifolia Swingle.) dapat digunakan sebagai zat aktif sediaan lilin aromaterapi dan memiliki efek terapi yang disukai oleh responden. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental meliputi formulasi dan evaluasi sediaan. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, uji waktu bakar, uji titik leleh dan uji kesukaan. Hasil yang didapatkan dari titik leleh ketiga formula memenuhi standar yaitu 50oC-58oC. Hasil uji waktu bakar paling lama 74 menit pada formula I. Hasil uji kesukaan lilin aromaterapi yang paling disukai dan memiliki efek terapi yaitu formula III dapat dibuktikan dengan jumlah presentasenya mencapai 58%. Formulasi kombinasi minyak peppermint (Mentha piperita L.) dan minyak jeruk nipis (Citrus aurantiifolia Swingle.) dapat digunakan sebagai zat aktif yang memberikan efek terapi yang disukai responden.
Referensi
Amin, M., & Lestari, Y. A. (2020). Pengalaman pasien vertigo di wilayah kerja Puskesmas Lingkar Timur. Jurnal Kesmas Asclepius, 2(1), 22–33.
Balakrishnan, A. (2015). Therapeutic uses of peppermint –A review. Journal of Pharmaceutical Sciences and Research, 7(7), 474–476.
Fitri, K., Hafiz, I., Safitri, N., & Ginting, M. (2020). Formulasi kombinasi minyak nilam (Patchouli oil) dan minyak mawar (Rose oil) pada sediaan lilin aromaterapi sebagai relaksasi. Jurnal Dunia Farmasi, 4(2), 90–98.
Halligudi, N., & Al-Ojaili, M. (2013). The science and art of aromatherapy: a brief review. Journal of Biomedical and Pharmaceutical Research, 2(2), 6–14.
I.Kumala. (2021). Kenyamanan psikologi pada desain interior fasilitas kebidanan (studi kasus: rumah bersalin di Kabupaten Wonogiri). 8686, 591–598.
Laksana, M. A., & Berawi, K. N. (2015). Faktor – faktor yang berpengaruh pada timbulnya kejadian sesak napas penderita asma bronkial. Majority, 4(9), 64–68.
Nisa, I. K. (2021). Skrining fitokimia pada kulit jeruk nipis di wilayah Tegal dan Pemalang. Jurnal Ilmiah Farmasi.
Pancarani, L., Amananti, W., & Santoso, J. (2020). Formulasi dan evaluasi sediaan ginger scented candle sebagai aroma terapi. Jurnal Farmasi, 7(1), 1–7.
Sulhatun, S., Sarah, S., Masrullita, M., Sylvia, N., & Ginting, Z. (2023). Pengaruh perbandingan minyak kemiri dan minyak bunga lavender terhadap sifat lilin aromaterapi formulasi lilin aromaterapi berbasis minyak kemiri dengan penambahan minyak bunga lavender. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 12(1), 12.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Tafani Ayu Kireina, Devi Maulina

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








