Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Bambu Tali (Gigantochloa apus) Sebagai Penyembuhan Luka Secara In Vivo
DOI:
https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i1.680Kata Kunci:
Bakteri, Ekstrak daun bambu tali, Luka, MencitAbstrak
Luka adalah gangguan normal hilangnya integritas epitel kulit. Diikuti dengan gangguan anatomi dan fungsinya. Penyembuhan luka dapat dibagi menjadi tiga tahap; hemostasis atau peradangan, proliferasi, remodeling atau terminasi. Namun proses ini dapat dihambat oleh infeksi bakteri. Ekstrak tanaman bambu tali diduga mengandung senyawa golongan triterpenoid yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa yang terkandung pada ekstrak etanol daun bambu tali dan mengetahui efektivitas ekstrak tanaman bambu tali sebagai penyembuh luka. Pengujian ini menggunakan 28 mencit yang dibagi menjadi 4 kelompok. Luka sayatan pada mencit dibuat pada bagian punggung mencit dengan panjang 1,5 cm dan kedalaman 2 mm, setelah itu diberikan perlakuan sesuai dengan masing-masing kelompok. Hasil identifikasi skrining fitokimia menunjukan adanya kandungan pada ekstrak daun bambu tali seperti flavonoid (positif) dan triterpenoid (positif). Hasil dari penyembuhan luka memiliki efektivitas terhadap luka sayat pada mencit ditunjukkan oleh ekstraksi daun bambu tali.
Referensi
Apriliana, A., Hidayati, I., Tyastirin, E., Islam, U., & Sunan, N. (2021). Efektivitas Biolarvasida Ekstrak Daun Bambu Kuning ( Bambusa vulgaris) Terhadap Mortalitas Larva Aedes aegypti dan Culex sp. 1,2,3. Journal of Biology Science and Biodiversity, 1(3), 245–252.
AS, A. (2014). Luka, Peradangan dan Pemulihan. Jurnal Entropi, 9 (1), 729–738.
Berman, A. (2009). Buku Ajar Praktik Keperawatan Klinis Edisi Kelima (EGC). Penerbit Buku Kedokteran.
Depkes RI. (2020). Farmakope Indonesia edisi VI. In Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Harborne, J. (n.d.). Metode Fitokimia, diterjemahkan oleh Kosasih Padmawinata dan Iwang Soediro. ITB.
Haryati, N. A., Saleh, C., & Erwin. (2015). Uji toksisitas dan aktivitas antibakteri ekstrak daun merah tanaman pucuk merah terhadap bakteri Staphylococus aureus dan Eschericia coli. Jurnal Kimia Mulawarman, 13(1), 35–40.
Hossain, M.F., Islam, M.A., Numan, S. M. (2015). Multipurpose Uses of Bamboo Plants : A Review. International Research Journal of Biological Sciences, 4(12), 57–60.
Kemenkes RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia (2nd ed.). Kemenkes RI.
Lodhi, S., Jain, A. P., Rai, G., & Yadav, A. K. (2016). Preliminary investigation for wound healing and anti-inflammatory effects of Bambusa vulgaris leaves in rats. Journal of Ayurveda and Integrative Medicine, 7(1), 14–22. https://doi.org/10.1016/j.jaim.2015.07.001
Wigunanto, P., Hayati, N., Syafi’, A., Ma’arif, I., Afthon, A. H., & Huda, I. (2018). Lotion Skin Herbal Dari Ekstrak Daun Bambu Betung (Dendrocalamus asper) Sebagai Pencegah Infeksi Dan Penyembuh Luka Pada Kulit. Prosiding Seminar Nasional Sains, 2009, 77–82.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Dimas Adrianto, Milda Rianty Lakoan, Varda Arianti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








