Pola penggunaan obat analgetik pada pasien BPJS di poli saraf rumah sakit x

Penulis

  • Muhammad Noval Fadillah Institut Kesehatan Hermina
  • Sylvi Adiana Institut Kesehatan Hermina
  • Varda Arianti Institut Kesehatan Hermina

DOI:

https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i5.1635

Kata Kunci:

Analgesics, BPJS, Drug use, Neurology Polyclinic, Pain

Abstrak

Penggunaan obat analgetik menjadi salah satu intervensi utama dalam pengelolaan nyeri. Nyeri adalah salah satu gejala yang paling sering dikeluhkan oleh masyarakat. Penggunaan obat analgetik pada pasien dengan gangguan syaraf memegang peranan penting dalam pengelolaan nyeri. Analgetik terdiri dari beberapa golongan obat, seperti Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs), opioid, dan adjuvant analgesics. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat analgetik pada pasien peserta BPJS di poli saraf sebuah rumah sakit dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan retrospektif. Hasil penelitian ini untuk memastikan penggunaan obat yang rasional dalam pengobatan pasien saraf demi meningkatkan kualitas hidup pasien dan mencegah efek samping jangka panjang dari penggunaan analgetik yang tidak tepat. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik pasien yaitu jenis kelamin perempuan sebanyak 267 pasien (76,29%), berdasarkan usia yaitu usia lansia akhir sebanyak 109 pasien (31,14%), berdasarkan jenis pekerjaan yaitu pekerjaan Ibu rumah tangga sebanyak 277 pasien (79,15%). Selanjutnya hasil penelitian pola penggunaan obat didapatkan hasil berdasarkan diagnosa terbanyak adalah diagnosa neuropatik sebanyak 192 pasien (54,86%), berdasarkan jenis obat terbanyak  adalah paracetamol tablet sebanyak 158 pasien (45,14%), berdasarkan golongan obat analgetik terbanyak adalah golongan analgetik non opioid sebanyak 168 pasien (48%).

Referensi

Febriyanti, T., Pratiwi, R. I., & Santoso, J. (2021). Gambaran penggunaan obat anti inflamasi non steroid (AINS) sebagai pereda nyeri di instalasi farmasi rumah sakit mitra siaga tegal (Doctoral dissertation, DIII Farmasi Politeknik Harapan Bersama)

Kencana, N., Dewi, T. K., & Inayati, A. (2021). Penerapan guided imagery (imajinasi terbimbing) terhadap skala nyeri pasien thalasemia dan dispepsia di RSUD Jend. Ahmad Yani Kota Metro. Jurnal Cendikia Muda, 2(3), 375–382.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2022 tentang Perubahan Penggolongan, Pembatasan, dan Kategori Obat.

Putri Papeo, D. R., Samatowa, R., Sabihi, A. P., Arini, A., Salam, N., & Ahmad, A. G. P. R. (2023). Gambaran penggunaan obat antipendarahan dan antinyeri pada pasien rawat inap kanker serviks di Rumah Sakit X wilayah Kota Gorontalo periode 2021–2022. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 9(2).

HM, J. A., Dwimartyono, F., Muliyadi, F. E., Purnamasari, R., Sommeng, F., Wahab, M. I., & Imran, M. (2022). Pola penggunaan analgesik pasien bedah orthopedi di ruang gawat darurat RS Ibnu Sina Makassar. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 2(7).

Suryaningsih, F., Syamsul, D., & Zubaidi, P. A. (2023). Patterns of use of nonsteroidal anti-inflammatory analgesic drugs in emergency room pharmacy services at regional hospitals Dr. Pirngadi Medan. Jurnal Indah Sains dan Klinis, 4(3), 12–17.

Siagian, E., & Angeline, D. L. (2019). In house training pada perawat PK I-PK IV terhadap pengetahuan tentang manajemen nyeri. Klabat Journal of Nursing, 1(2), 19–26.

Moore, R. A., & Moore, N. (2016). Paracetamol and pain: The kiloton problem. European Journal of Hospital Pharmacy, 23(4), 187–188.

Prasetyaningrum, E., & Wahyu, A. (2018). Pola penggunaan obat analgetik non opioid pada masyarakat Desa Limbangan Kabupaten Kendal. Jurnal Farmasi & Sains Indonesia, 1(1), 72–76.

Sugiyono, P. (2008). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (hal. 25). CV Alfabeta.

Sipahutar, L. R. B. (2020). Gambaran penggunaan obat analgetik secara rasional dalamswamedikasi pada masyarakat PKS Balam, Desa Balai Jaya KM. 31 Kecamatan Balam Sempurna, Kabupaten Rokan Hilir, Riau

Novitayanti, E. (2023). Hubungan jenis kelamin dengan skala nyeri pada pasien gastritis

Mandaha, H., Setyobudi, A., & Berek, N. C. (2022). Gambaran faktor risiko keluhan muskuloskeletal pada pengrajin tenun motif Sumba di Desa Rindi, Kabupaten Sumba Timur. Media Kesehatan Masyarakat, 4(1), 115–121.

Sukma, N. S., Cahyani, D. M., Revi, T. S., Febiany, E. C., Alifiyah, F., Hariawan, B. S., & Rosyidah, F. (2020). Pemilihan analgesik eksternal untuk mengatasi nyeri otot pada kuli angkut Pusat Grosir Surabaya. Jurnal Farmasi Komunitas, 7(1), 23–30.

Ayoub, S. S. (2021). Paracetamol (acetaminophen): A familiar drug with an unexplained mechanism of action. Temperature, 8(4), 351–371.

Unduhan

Diterbitkan

02-08-2025

Cara Mengutip

Fadillah, M. N., Adiana, S., & Arianti, V. (2025). Pola penggunaan obat analgetik pada pasien BPJS di poli saraf rumah sakit x. Indonesian Journal of Health Science, 5(5), 943–948. https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i5.1635

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 > >>